Ringkasan: Tepat 81 tahun lalu, 19 Juni 1945, kebakaran gudang di tambang tembaga El Teniente, Chile, memicu asap karbon monoksida yang menewaskan 355 pekerja dan melukai 747 lainnya — kecelakaan tambang logam terbesar dalam sejarah dunia hingga saat ini.
Apa itu Tragedi Asap El Teniente?

Tragedi Asap El Teniente — di Chile dikenal sebagai La Tragedia del Humo — adalah kecelakaan tambang yang terjadi pada 19 Juni 1945 di tambang tembaga bawah tanah El Teniente, kawasan Andes, Chile. Insiden ini tercatat sebagai kecelakaan tambang logam terbesar dalam sejarah Chile dan, hingga 2005, terbesar di dunia.
Tambang ini saat itu dimiliki Braden Copper Company, anak perusahaan Kennecott Copper Corporation asal Amerika Serikat. Sebanyak 355 orang tewas, sebagian besar akibat kebakaran di area terdekat yang asapnya menjebak para pekerja di terowongan dan menyebabkan keracunan karbon monoksida.
Kronologi: Bagaimana Asap Membunuh Ratusan Pekerja

Hampir 1.000 pekerja sedang berada di bawah tanah pada 19 Juni 1945 ketika kebakaran bermula di sebuah gudang dekat lubang “Teniente C”. Api dengan cepat menjalar ke drum-drum minyak dan membesar.
Asap tebal tersedot masuk ke lubang tambang dan menyebar ke seluruh jaringan terowongan. Sistem ventilasi tidak bekerja secara memadai, sehingga asap menutupi jalur keluar. Versi data resmi pada masanya bahkan mencatat angka korban sebanyak 354 orang menurut catatan resmi era tersebut, sebelum angka 355 menjadi rujukan yang lebih umum digunakan di sumber-sumber modern.
Pekerja yang berada dekat lubang sempat berhasil melarikan diri, namun sebagian besar lainnya mencari perlindungan di koridor pengamanan atau di dasar lubang tambang. Pintu darurat saat itu tidak diberi tanda yang jelas, sehingga menghambat evakuasi hingga terlambat. Korban mulai kehilangan kesadaran akibat keracunan karbon monoksida sebelum akhirnya meninggal di tempat.
| Aspek | Data | Sumber |
|---|---|---|
| Tanggal kejadian | 19 Juni 1945 | Wikipedia – 1945 El Teniente mining accident |
| Lokasi | Lubang Teniente C, Region O’Higgins, Chile | Wikipedia – List of mining accidents in Chile |
| Korban tewas | 355 orang (354 menurut catatan resmi 1945) | Wikipedia; Diario de Cuyo |
| Korban luka | 747 orang | Wikipedia – 1945 El Teniente mining accident |
| Pekerja di bawah tanah saat kejadian | ~1.000 orang | Wikipedia – 1945 El Teniente mining accident |
| Penyebab | Kebakaran gudang dekat lubang tambang, asap + CO | Wikipedia; MINING.COM |
Mengapa Tragedi Ini Masih Dirujuk Industri Tambang Dunia

Delapan dekade kemudian, tragedi ini tetap menjadi rujukan baku dalam literatur keselamatan tambang. El Teniente tercatat sebagai lokasi bencana tambang terburuk dalam sejarah Chile pada 1945, ketika “Tragedi Asap” akibat kebakaran tersebut merenggut nyawa 355 penambang.
Yang membuat insiden ini relevan kembali secara global adalah rangkaian kecelakaan lanjutan di lokasi yang sama. Pada 1990, enam penambang tewas akibat ledakan batuan di tambang yang sama, dan pada 31 Juli 2025 sebuah gempa berkekuatan magnitudo 4,2 memicu keruntuhan di sektor Andesita yang menewaskan enam pekerja dan melukai sembilan lainnya. Kecelakaan 1945 tetap dirujuk sebagai kecelakaan tambang termatikan dalam sejarah industri, dengan 355 korban jiwa.
Rangkaian insiden lintas dekade ini menunjukkan satu pola yang konsisten: kegagalan ventilasi dan jalur evakuasi tetap menjadi titik kritis pada operasi tambang bawah tanah berskala besar, bahkan setelah delapan dekade investasi teknologi.
Pelajaran Keselamatan yang Lahir dari Tragedi 1945

Berdasarkan tinjauan kami terhadap literatur keselamatan tambang dan dokumentasi historis terkait, ada tiga pelajaran yang konsisten dikutip dari peristiwa 1945 ini:
- Penandaan jalur evakuasi wajib jelas dan reflektif. Kegagalan utama 1945 adalah pintu darurat yang tidak diberi tanda memadai.
- Sistem ventilasi darurat harus independen dari sumber daya utama. Ventilasi yang gagal saat kebakaran menjadi penyebab langsung penyebaran asap ke seluruh terowongan.
- Deteksi gas dini menyelamatkan lebih banyak nyawa daripada respons kebakaran itu sendiri, karena karbon monoksida — bukan api — adalah penyebab kematian mayoritas korban.
Catatan internal redaksi: dari penelusuran kami terhadap arsip akademik terkait insiden ini, ditemukan bahwa salah satu insinyur tambang yang turut menangani aftermath 1945 kemudian mengembangkan sistem peringatan gas berbasis bau (stench warning system) yang diadopsi industri tambang Amerika Utara — sebagaimana tercatat dalam dokumentasi arsip University of California terkait insinyur yang terlibat langsung dalam kebakaran tambang El Teniente Juni 1945 dan pengembangan sistem peringatan bau untuk tambang.
Perbandingan dengan Tragedi Tambang Chile Lainnya

| # | Tahun | Lokasi | Korban Tewas | Penyebab |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 1945 | El Teniente | 355 | Kebakaran gudang, asap CO |
| 2 | 1968 | Tambang Schwager | 12 | Ledakan gas |
| 3 | 1989 | Los Castaños | 21 | Ledakan dinamit, banjir pozo |
| 4 | 1994 | Arenas Blancas | 21 | Ledakan gas grisú |
| 5 | 2010 | San José (Copiapó) | 0 (33 selamat) | Keruntuhan, 69 hari terjebak |
| 6 | 2025 | El Teniente (Andesita) | 6 | Gempa magnitudo 4,2, keruntuhan |
Rangkaian tragedi tambang Chile ini — dari kebakaran 1945, ledakan gas 1968 di Schwager, ledakan dinamit 1989 di Los Castaños, hingga ledakan gas grisú 1994 di Arenas Blancas — menunjukkan bahwa ventilasi dan kontrol gas adalah ancaman berulang di sektor pertambangan bawah tanah Chile.
FAQ
Berapa korban tewas dalam Tragedi Asap El Teniente?
355 orang tewas dan 747 lainnya terluka akibat asap dari kebakaran tersebut.
Apa penyebab utama tragedi ini?
Kebakaran memicu awan asap dan karbon monoksida yang mematikan di dalam terowongan tambang, bukan api itu sendiri yang menjadi penyebab kematian terbesar.
Apakah El Teniente masih beroperasi hingga sekarang?
Ya. Tambang ini masih dikelola oleh Codelco, perusahaan tambang negara Chile, dan tetap menjadi salah satu tambang tembaga bawah tanah terbesar di dunia, meski pernah kembali dilanda kecelakaan fatal pada 2025.
Apakah ini kecelakaan tambang terbesar dalam sejarah?
Per 2005, insiden ini tercatat sebagai kecelakaan tambang logam terbesar di dunia berdasarkan jumlah korban jiwa.
Bacaan sejarah terkait lainnya
Jika Anda tertarik menelusuri peristiwa-peristiwa besar lain dari periode pascaperang yang sama, redaksi studisejarah.com juga pernah mengulas Operasi Crossroads 1946, uji coba nuklir besar Amerika Serikat yang berlangsung setahun setelah tragedi El Teniente. Untuk konteks sejarah kawasan lain di masa kolonial, baca juga ulasan kami tentang sejarah Fort Rotterdam Makassar.
🔖 Dapatkan update sejarah terbaru langsung ke inbox Anda — daftar newsletter studisejarah.com.
